الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد. فيا عباد الله اتقواالله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !
Perintah Taqwa
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !
Salah satu ciri-ciri orang yang bertaqwa, yaitu melaksanakan ibadah Shalat lima waktu dalam sehari semalam. Karena shalat itu merupakan kunci surga dan merupakan penyekat yang menghalangi panasnya api neraka jahannam.
Semua umat Islam telah meyakini, bahwa shalat 5 waktu adalah kewajiban utama dan sangat penting. Hal ini bisa dilihat dari asal mulanya turunnya perintah shalat tersebut. Ketika Allah SWT ingin memerintahkan suatu ibadah kepada umat Islam, semisal puasa, Allah cukup menurunkan perintahnya, sebagaimana tercantum dalam al Qur’an. Begitu juga halnya zakat, haji, dan lain sebagainya. Akan tetapi khusus shalat, perintah melaksakan ibadah tersebut langsung disampaikan oleh Allah dengan cara memanggil langsung Rasulullah SAW menghadapnya ke langit. Karena itu, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh, wajib hukumnya untuk melaksanakannya dan mengamalkannya. Tidak ada alasan untuk meninggalkan kewajiban shalat, kapanpun dan di manapun kita berada.
Apabila kita tidak mampu melaksanakannya dengan berdiri, kita boleh mengerjakannya dengan duduk. Apabila tidak mampu melaksanakan dengan duduk, diizinkan dengan berbaring. Apabila tidak juga bisa dengan baring, maka dengan isyarat. Apabila tidak juga bisa dengan isyarat, artinya kita siap-siap untuk disholatkan atau berarti kita sudah meninggal dunia.
Tidak heran, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda :
ﺍﻟﺼﻼة ﻋﻤﺎد ﺍﻟﺪين فمن ﺍقاﻣﻬﺎ فقد ﺍقام ﺍﻟﺪين ﻮﻣﻥ تركها فقد هدم الدين
“Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa mendirikan shalat, berarti ia mendirikan agama. Dan barangsiapa meninggalkannya berarti ia merobohkan agama”.
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :
ﺍول ما يحاسب ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺑﺪ يوم ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻥ ﻋﻤﻟﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ فان صلحت فقد افلح ﻭﺍنجح ﻭﺍﻥ نقصت فقد خاب وخسر
“Perbuatan hamba yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat nanti adalah shalatnya, maka barangsiapa yang shalatnya baik, sungguh ia telah berbahagia dan akan selamat dan jika kurang baik shalatnya maka ia akan sengsara dan merugi.” (H.R. Thabrany dan Turmudzi)
Di akhirat kelak, tanggung jawab orang-orang yang meninggalkan shalat sangat berat, karena shalatlah yang mula-mula diperiksa oleh Allah SWT, sebelum memeriksa ibadah-ibadah yang lain-lain.
Untuk ini telah digambarkan dengan begitu jelas oleh Allah SWT dalam al Qur’anul Karim. Yaitu tentang percakapan antara penduduk surga dengan penduduk yang menghuni neraka Saqar, tentang, kenapa sebabnya mereka masuk ke dalam neraka Saqar. Di antara sebabnya adalah karena mereka tidak melaksanakan ibadah shalat.
Hal ini dijelaskan Allah SWT oleh dalam al Qur’an, surah Al Mudatsir ayat 42 – 46 :
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ. قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ. وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ. وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ. وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ.
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,.”
Suatu riwayat juga mengatakan, bahwa pada suatu hari ada seorang pendatang menghadap Rasulullah SWT, lalu ia bertanya :
يارسول الله اي الاعمال احب الى الله تعالى فى الاسلام ؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصلاة لوقتها ومن ترك الصلاة فلا دين له والصلاة عماد الدين
“Ya Rasulullah, amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT dalam Islam. Beliau menjawab, shalat tepat pada waktunya dan barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka berarti tidak mempunyai agama, sebab shalat itu adalah tiang agama.” (H.R. Baihaqi)
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !
Apabila ada orang yang mengaku beragama Islam, tetapi tidak mau shalat, berarti pengakuannya itu tidaklah benar. Dan orang seperti itu ditetapkan masuk neraka. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah SAW :
وادا ترك الرجل فريضة واحدة متعمدا كتب اسمه على باب النار فلان بن فلان لابد له من دخول النار
“Manakala seseorang meninggalkan satu shalat fardu dengan sengaja, maka namanya ditulis pada pada pintu neraka Fulan bin Fulan, tidak boleh tidak, ia pasti masuk neraka”.
Sungguh suatu pandangan yang sangat keliru, ketika ada seseorang yang berpendapat bahwa shalat itu tidaklah perlu, atau bahkan shalat itu bisa digantikan dengan cukup mengingat Allah saja. Hal ini dicontohkan langung oleh Rasulullah Muhammad SAW, sebagai pembawa syariat Islam yang sebenarnya. Sebagaimana banyak sekali hadits yang menceritakan tentang bagaimana shalat Rasulullah SAW. Bahkan tidak jarang, kaki-kaki beliau menjadi bengkak-bengkak karena terlalu lamanya beliau berdiri untuk melaksanakan shalat. Sementara beliau, adalah seorang yang telah dijamin masuk surga, dan dosa-dosa beliau sudah diampuni oleh Allah SWT.
Bagaimana halnya dengan kita ? Kita bukanlah orang-orang yang dosa-dosa kita senantiasa diampuni oleh Allah SWT. Dan kita bukanlah orang-orang yang dijamin Allah masuk surga ! Lalu bagaimana mungkin kita begitu berani meninggalkan shalat yang jelas-jelas telah diperintahkan oleh Allah SWT.
Tidak heran dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW memperingatkan dengan keras kepada kita :
بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلاَةِ (رواه مسلم).
"(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim).
Dan dalam hadits lainnya Rasulullah SAW bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ. (رواه الترمذي).
“Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat, maka barangsiapa meninggalkannya, sungguh-sungguh ia telah kafir.”(Hadits Riwayat At-Tirmidzi).
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !
Semoga kita semua, senantiasa diberikan taufiq dan hidayah oleh Allah SWT, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Sehingga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang berbahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Al Muttaqin, 14 Desember 2018,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar