الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد. فيا عباد الله اتقواالله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Perintah takwa
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Kita baru saja memasuki tahun 1442 H, yang berarti kita telah meninggalkan tahun yang telah lalu, 1441 Hijriyah. Oleh karenanya, tahun baru harus juga memiliki semangat baru menju kehidupan baru yang lebih baik dan lebih bagus daripada tahun sebelumnya. Sebab Rasulullah SAW telah bersabda :
مَنْ كان يومهُ خَيْرًا مِنْ اَمْسِه فهو رَابِحٌ. ومن كان يومه مِثْلَ امسه فهو مَغْبُوْنٌ. ومن كان يومه شَرا من امسه فهو ملعون
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin, dia termasuk orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemaren, dia termasuk orang yang celaka”.
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Kalau pada tahun kemarin, kita masih malas melaksanakan Shalat, atau shalat masih belang kambing, atau bahkan malah tidak pernah salat sama sekali, kecuali shalat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta shalat hari Jum’at saja, maka mulai hari ini, marilah kita tekadkan diri kita untuk bisa melaksanakan shalat 5 waktu dengan sebaik-baiknya. Shalat tepat pada waktunya, bahkan kalau bisa shalat dengan berjama’ah baik di surau maupun di masjid.
Kalau pada tahun kemaren kita masih sering meninggalkan puasa Ramadhan, dalam artian puasa kita masih bolong-bolong, bahkan ada yang hanya puasa diawal dan akhir Ramadhan saja, maka mulai tahun ini kita tekadkan diri kita, untuk senantiasa melaksanakan puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Kalau pada tahun-tahun kemarin, ada di antara kita yang masih banyak berbuat dosa dan kemaksiyatan, semisal mabuk-mabukkan, narkoba, berjudi, nyabung ayam, berzina, dan perbuatan-perbuatan dosa yang lain, baik yang sengaja maupun tidak disengaja, kecil apalagi besar, maka mulai hari ini marilah kita tinggalkan sama sekali perbuatan dosa tersebut dengan melakukan taubat, dengan sebenar-benarnya taubat. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala dosa-dosa manusia. Bahkan Allah SWT menyukai dan mencintai kepada orang-orang yang mau meminta ampun kepadanya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al Quran :
اِن الله يُحِب التوابِين ويحب المتطهرين
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci (Al Baqarah : 222)”
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Allah SWT selalu mengajak kita kepada taubat, walaupun sangat banyak dosa yang telah kita lakukan, walaupun sangat besar kesalahan yang telah kita perbuat, walaupun sangat sering keburukan yang telah kita jalankan, walaupun telah sangat lama kemaksiatan menjadi kebiasaan kita. Allah SWT berfirman :
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Az Zumar : 53)”
Dalam sebuah hadits Nabi SAW, yang dishahihkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah Muhammad SAW bersabda yang artinya :
“Seandainya kalian berbuat dosa sehingga tumpukan dosa itu setinggi langit kemudian kalian benar-benar bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubat kalian”
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Marilah kita belajar dari Sahabat Umar bin Khattab RA. Sebelum masuk Islam, beliau adalah orang yang sangat membenci Rasulullah SAW yang ketika itu baru menyebarkan agama Islam di Makkah. Bahkan Umar pernah berencana ingin membunuh Rasulullah SAW. Akan tetapi ketika Umar bertaubat dan masuk Islam, beliau menjadi sahabat yang paling depan dalam membela Islam dan membela Rasulullah SAW. Sehingga dalam sebuah sabdanya Rasulullah SAW pernah berkata: “Seandainya masih ada lagi Nabi setelah ku, maka Umar lah yang akan menjadi Nabi”.
Marilah kita belajar kepada seorang Fudhail bin Iyadh, seorang kepala perampok pada masa dia hidup. Akan tetapi ketika beliau bertaubat dan benar-benar bertaubat, beliau kemudian belajar lagi ilmu-ilmu ke Islaman, sehingga beliau menjadi ulama besar pada zamannya, sehingga terkenallah beliau sebagai salah satu ulama terhebat pada zamannya. Begitu hebatnya beliau, sehingga membuat seorang raja besar bernama Harun Al Rasyid, Khalifah atau Raja Abbasiyyah menjadi takut dan segan kepadanya.
Marilah kita belajar kepada seorang pembunuh yang hidup pada zaman Bani Israil. Di mana dia sudah membunuh 100 orang, ingat 100 orang manusia. Akan tetapi ketika dia bertaubat dengan sebenar-benar taubat, Allah menerima taubatnya dan memasukkannya sebagai salah hambanya yang masuk ke dalam surga-Nya.
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Pada akhirnya, dengan semangat Tahun Baru 1442 Hijriyah, marilah kita rubah diri kita dari kehidupan Jahiliyah menuju kehidupan akhlakul karimah, dari kehidupan yang biadab menuju kehidupan yang beradab, dari kehidupan yang penuh dengan kemaksiyatan menuju kehidupan yang penuh dengan ketaatan, dari kehidupan yang penuh dengan dosa menuju kehidupan yang penuh dengan pahala.
Kapan lagi kita mau memperbaiki diri, kalau tidak dimulai dari sekarang ! pantaskah kita menunda-nunda waktu, padahal kita tidak tahu kapan kehidupan kita di dunia ini akan berakhir ?
Apabila sekarang kita masih hidup, siapa tahu kalau besok pagi kita meninggal dunia. Apabila sekarang kita masih menikmati tahun baru, siapa tahu tahun depan kita sudah berada di alam kubur. Oleh sebab itu, marilah kita isi kesempatan hidup di dunia ini dengan memperbanyak amal saleh, sebagai bekal kita nanti setelah mati.
Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang selalu bertaubat, yang selalu mengerjakan amal Shaleh di sisa umur kita ini. Āmīn. Āmīn. Yā Rabbal ‘Ālamīn.
بسم الله الرحمن الرحييم
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar