Rabu, 17 Februari 2021

ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA 1.3

 

ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA 1.3

 

Oleh :

MOH ZULHAM ALSYAHDIAN, S.Hum, M.Pd

CGP KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

 

A.     Latar Belakang

Mengutip pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, bahwa seorang guru penggerak tidak hanya memiliki semua karakteristik guru yang baik, akan tetapi lebih dari itu, seorang Guru Penggerak (selanjutnya GP) juga harus memiliki kemauan untuk melakukan perubahaan dan memberi dampak yang baik bagi guru lainnya, serta berkemauan untuk mendorong tumbuh kembang murid secara holistik sesuai dengan profil Pelajar pancasila. Mereka harus dapat menjadi agen teladan dan obor perubahan baik di dalam dan di luar unit pendidikannya.

Akan tetapi perlu diingat, bahwa seorang GP bukanlah seorang yang maha dan super sakti, yang datang dan dalam waktu yang singkat bisa merubah segalanya. Karena realitas di dalam dunia pendidikan sangat kompleks dan multi dimensional. Karena objek dari pendidikan adalah manusia, dengan berbagai karakternya. Sehingga antara idealitas dan realitas dalam dunia pendidikan, terkadang (justru) berbanding terbalik.

Utamanya bagi sang GP, dalam implementasinya di lapangan seyogyanya harus mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan segenap stakeholder di sekolah (utamanya kepala sekolah), sehingga apa yang menjadi rencana dan program untuk transformasi dalam pembelajaran di sekolah bisa berjalan secara efektif dan efisien. Sebaliknyalah bagi para Kepala Sekolah dan segenap majelis guru dan peserta didik, harus mensupport apa yang menjadi agenda perubahan yang dibawa oleh sang GP. Tentunya melalui sebuah proses diskusi yang intens dan konstruktif. Sehingga agenda yang diusung bukan lagi (hanya) dipahami dan dimiliki oleh seorang GP semata, tapi menjadi agenda bersama pihak sekolah. Sehingga sekolah memiliki visi dan misi yang sama menuju proses awal transformasi dalam dunia pendidikan.

Memang sebuah perubahan (dimanapun) itu, pasti sulit diawal. Akan ada yang antipati bahkan resistensi. Apalagi bagi mereka yang sudah lama berada di zona aman dan nyaman (comfort zone). Tapi percayalah, sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Heraclatos, filsuf Yunani, Nothing endures but change. Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan itu pasti akan datang, cepat atau lambat.

Guru penggerak adalah salah satu ikhtiar untuk melakukan transformasi dalam dunia pendidikan. Bahkan secara tegas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, bahwa Guru penggerak adalah ujung tombak transformasi pendidikan. Oleh karena itu, seharusnyalah akan lebih banyak lagi para guru-guru terbaik dari seluruh pelosok negeri, untuk mengikuti proses pendidikan ini. Inilah saatnya, Gerbang sudah dibuka, tegas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga perahu besar pendidikan  di negara Indonesia ini bisa bergerak lebih cepat, menuju sebuah cita-cita besar untuk kemajuan bangsa dan negara ini.

 

B.    Deskripsi Aksi Nyata

Langkah awal untuk melakukan sosialisasi Merdeka Belajar, GP berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan segenap pimpinan di sekolah. Selanjutnya secara informal dilakukan dialog-dialog kecil namun intensif bersama majelis guru, untuk melakukan sosialisasi awal tentang konsep Merdeka Belajar, sebagaimana menjadi visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Oleh karena suasana Pandemi Covid 19 yang masih belum usai, diskusi secara formal tidak bisa dilakukan. Akan tetapi diskusi dan dialog informal secara kontinu terus berjalan, bersama guru-guru yang memang memiliki visi dan misi yang sama untuk melakukan perubahan di sekolah.

Untuk lebih memberikan daya dorong dan daya dukung terhadap ide baik ini, GP melakukan diskusi dan bincang secara formal, dengan jumlah majelis guru yang masih terbatas (hanya 11 orang) dari 32 orang majelis guru yang berpartisipasi. Akan tetapi sungguh tidak dinyana dan tidak diduga, diskusi santai yang membahas tentang Merdeka Belajar dan Pembelajarn Berdeperensiasi, justru menjadi awal terbukanya “Kotak Pandora” permasalahan dan persoalan yang terjadi di sekolah selama ini. Permasalahan dan persoalan ini dikaji satu persatu dari hulu ke hilir. Bahkan sampai pada persoalan bagaimana membangkitkan semangat belajar para peserta didik. Sungguh antusiasme yang patut dihargai, tatkala beberapa peserta diskusi dengan penuh gairah menyampaikan keinginan dan harapan yang lebih besar untuk kemajuan sekolah ke depan.

Walaupun diskusi ini sudah agak melenceng dari format awal tentang Merdeka Belajar, akan tetapi yang menjadi poin pentingnya adalah, semua pembicaraan ini ingin mencari solusi atas persoalan dan permasalahan yang terjadi selama ini di sekolah, dengan sebuah tujuah mulia bagaimana membangun antusiasme dalam belajar di sekolah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Keritang.

Pada titik ini penulis merasakan sebuah kegelisahan yang sama, yang lama terpendam dari rekan-rekan guru, akan kondisi obyektif sekolah, yang memiliki banyak permasalahan dan kekurangan, serta harapan akan adanya perubahan yang lebih baik untuk masa yang akan datang. Bahkan dalam diskusi yang berlangsung ini, persoalan yang muncul bahkan sampai pada pertanyaan tentang bagaimana membangun antuasiasme  pada guru dan peserta didik, pembenahan sarana dan prasarana, serta masalah-masalah lain, yang bahkan di luar dari apa yang dibayangkan penulis.

Makanya pada akhir pertemuan ini telah disepakati tentang 2 hal. Pertama, membentuk komunitas diskusi rutin dwi minggu sekali, untuk membahas persoalan dan permasalahan yang terjadi di sekolah, serta upaya untuk mencari solusi. Kedua, diskusi rutin ini harus bersifat massif, yang bisa dihadiri oleh seluruh stakeholder, sehingga ide baik ini bisa menjadi visi dan misi semua warga sekolah.

 

 

C.    Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Para guru memiliki pemahaman yang sama tentang merdeka belajar yang berimbas pada proses KBM yang berpihak pada murid (Student oriented), serta perubahan mindset bagi para guru tentang bagaimana menciptakan suasana KBM yang lebih berpihak kepada murid (Student oriented)

 

D.    Pembelajaran yang Didapat Dari Pelaksanaan (Kegagalan Maupun Keberhasilan)

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dahlan Iskan, dalam satu kesempatan pernah berkata, bahwa dalam sebuah organisasi ada 3 tipe golongan orang. Pertama, orang yang memiliki idealisme dan loyalitas untuk mengembangkan organisasi itu. Jumlah kelompok ini biasanya tidak banyak, hanya sekitar 5 %. Kedua, orang yang menolak atau tidak mau mengembangkan organisasi sama sekali. Jumlah ini pun tidak banyak, sekitar 5 % saja. Ketiga, kelompok massa mengambang (floating mass), yaitu orang-orang yang tidak ada keinginan mengembangkan organisasi atau  menolak mengembangkan. Biasanya kelompok ini akan melihat ke arah mana “angin berhembus”. Tatkala angin perubahan yang lebih kuat, mereka akan mengikutinya, sebaliknya ketika status quo yang lebih mengemuka, mereka pun akan ikut.

Apa yang terjadi dalam sosialisasi tentang Merdeka Belajar yang penulis lakukan, adalah gambaran ideal dan nyata dari petuah Bos Jawa Pos Grup di atas. Ketika penulis membuka dialog dan diskusi tentang Merdeka Belajar, serta implikasi dan upaya antisipasinya dalam kemajuan sekolah, dengan tanpa penulis prediksi sebelumnya, hampir sebagian besar mendukung, walaupun dengan gambaran yang belum utuh dan sempurna. Bahkan ruang diskusi menjadi arena tempat mereka mencurahkan keinginan, harapan, dan cita-cita ideal tentang bagaimana SMP Negeri 1 Keritang.

Sampai di sini penulis sangat berbangga hati dan semakin termotivasi, untuk secara cepat mengimplementasikan ide-ide perubahan yang pada detik ini masih dalam tataran konsep di kepala sendiri. Antusiasme yang besar, dan harapan yang menjulang tinggi dari rekan-rekan guru untuk kemajuan sekolah ini, menjadi amunisi yang siap “diledakkan” untuk menggerakkan perubahan di sekolah.

Walaupun di sisi lain, penulis sedikit prihatin karena ketidakhadiran sebagian besar majelis guru dalam pertemuan tersebut (sekitar 66 %). Mungkin kurangnya koordinasi dari penulis sendiri kepada pihak-pihak terkait, sehingga pertemuan ini menjadi minim perhatian dan partisipasi. Tentunya ini menjadi PR bagi penulis, bagaimana meyakinkan rekan-rekan guru, untuk secara kolaboratif memililki visi dan misi yang sama, untuk memajukan sekolah. Tentunya dengan semakin banyaknya yang berpartisipasi, akan semakin mudah dan cepat untuk merealisasikan segala asa dan cita-cita, untuk kemajuan sekolah. Karena kedudukan SMP Negeri 1 Keritang, sebagai salah satu sekolah menengah pertama tertua dan terbesar (bahkan) di Kabupaten Indragiri Hilir, lebih memerlukan lebih banyak lagi peran dan partisipasi dari segenap stakeholder di dalamnya. Ibarat perahu yang besar, diperlukan lebih banyak lagi orang yang ikut “mengayuh” perahu besar ini, sehingga bisa bergerak dengan cepat, menuju pulau impian.

 

E.    Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkatnya.

 

 

 

Minggu, 14 Februari 2021

ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA 1.4

 

Oleh :

MOH ZULHAM ALSYAHDIAN, S.Hum, M.Pd

CGP KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

 

 

A.     Latar Belakang

Budaya literasi (minat baca) di kalangan peserta didik di SMP Negeri 1 Keritang masih sangat rendah. Hal ini bisa penulis lihat dari data peminjaman buku bacaan di Perpustakaan SMP Negeri 1 Keritang, yang masih minim, terutama bagi para peserta didik. Apalagi dalam suasana Pandemi Covid 19, di mana pembelajaran di lakukan secara jarak jauh (PJJ) atau secara Daring (dalam jaringan). Sehingga para peserta didik yang memang tidak diperkenankan untuk ke sekolah, dalam artian belajar dari rumah, semakin tidak tertarik (untuk secara khusus datang) untuk meminjam buku di perpustakaan. 

Oleh karena budaya literasi yang rendah ini, berimplikasi pada kemampuan pemahaman peserta didik terhadap buku bacaan (teks maupun non teks) yang masih rendah. Sehingga tidak heran, kalau kemudian hasil ujian-ujian yang dilaksanakan pun tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Oleh karenanya, perlu upaya lebih untuk bisa menanamkan minat baca di kalangan peserta didik. Hal ini penting, sebagai upaya mempersiapkan peserta didik yang memiliki kecerdasan literasi dan (juga) numerasi, sebagaimana yang diharapkan dalam AKM (Assesmen Kompetensi Minumum), yang dalam perencanaanya akan dimulai pada tahun 2021 ini.

Selain itu dengan kemampuan literasi yang kuat, kita akan bisa mempersiapkan peserta didik menjadi insan-insan, yang memiliki wacana keilmuan yang bagus, dan wawasan yang kaya. Dalam istilah lain, walaupun mereka tinggal di desa sekalipun (tongkrongan lokal), tapi memiliki wawasan yang menasional bahkan internasional (wawasan global). Inilah makna sebernarnya dari membaca adalah jendela dunia.

Apalagi di dunia digital hari ini, di mana arus informasi yang begitu cepat,  dan tanpa batas (borderless), sehingga membuat batas-batas negara menjadi hilang dan tidak relevan lagi, kemampuan literasi ini menjadi penting, untuk menjadikan peserta didik kita memiliki filter untuk bisa menyaring segala informasi yang diterima. Sehingga mereka tidak menjadi korban dari segudang informasi yang berseliweran, terutama di media sosial yang semakin hari semakin memprihatinkan. Hoax dari para influencer atau buzzer seakan menjadi menu harian yang harus disikapi dengan cerdas dan bijaksana.

 

B.    Deskripsi Aksi Nyata

Langkah awal untuk merealisasikan aksi nyata 1.4 ini diawali dengan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, utamanya wali kelas, sebagai  “orang tua”dari para peserta didik di SMP Negeri 1 Keritang. Di mana dalam koordinasi ini, penulis menyampaikan kepada para wali kelas tentang rencana membentuk Komunitas Literasi (selanjutnya dibaca KL) SMP Negeri 1 Keritang, yang mana keanggotaannya diharapkan kepada para peserta didik yang benar-benar berminat untuk kegiatan literasi/minat membaca tersebut.

Dalam rancangan penulis, KL yang digagas memiliki misi untuk “membawa buku” kepada para peserta didik. Kalau biasanya para peserta didik yang datang ke Perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku, maka dalam konsep penulis, justru Perpustakaan yang “dibawa” kepada peserta didik. Untuk itu dibentuklah KL secara virtual, di mana aplikasi Whatsapp menjadi media yang mempertemukan kami dengan bahan-bahan bacaan yang bermutu dan mendidik.

Setelah sosialisasi kepada masing-masing peserta didik, melalui wali kelas, selanjutnya terpilihlah kurang lebih 60 peserta didik, dari 17 rombongan belajar (rombel), yang menjadi anggota awal KL. Setelah semua mereka dimasukkan ke dalam grup Whatsapp, langkah selanjutnya penulis menyampaikan beberapa aturan dan kesepakatan sebagai “rule of law” dalam aktivitas KL.

Selanjutnya secara teratur, setiap seminggu sekali penulis meng-share buku-buku dengan beragam tema, mulai dari agama, novel, motivasi, sejarah, termasuk cerita-cerita inspiratif yang penulis dapat di internet. Seluruh aktivitas membaca ini dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau jarak jauh, sebagaimana pembelajaran yang juga dilakukan secara daring.

Untuk menarik minat peserta didik, penulis sengaja memilih buku-buku yang ringan, tapi menarik dan mendidik, seperti buku-buku Novel karangan penulis-penulis populer dan berkualitas seperti Andre Hirata, Tere Liye, dan lain-lain. Selanjutnya buku agama seperti cerita para Nabi, dan cerita-cerita inspirasi yang penulis dapatkan dari internet, seperti cerita tentang Bill Gates, seorang visioner yang memiliki cita-cita tinggi tentang kepemilikan komputer bagi setiap orang di dunia. Cerita Elon Musk, dari Cleaning Service menjadi orang paling kaya di dunia, dengan kekayaan lebih dari 2.000 triliun. Dan masih banyak lagi cerita-cerita inspirasi lainnya.

Waktu peng-share-an buku itu, sengaja penulis lakukan pada hari Jum’at atau Sabtu, di mana pada hari itu mereka tidak memiliki jadwal kegiatan belajar daring bersama guru-guru mata pelajaran. Sehingga tidak mengganggu jadwal kegiatan belajar daring yang sudah ditentukan.

Penulis pun tidak bersifat sangat mengikat tentang kegiatan membaca ini. Karena yang penulis harapkan adalah para peserta didik yang benar-benar memiliki militansi dan loyalitas untuk mengembangkan budaya literasi ini. Sebab, penulis sendiri memiliki misi, setelah kegiatan membaca ini menjadi budaya positif bagi para peserta didik, penulis akan membawa ke langkah yang lebih jauh, yaitu membentuk kelompok peserta yang concern dengan pengembangan keilmuan, yang biasa disebut Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), yang kebetulan di SMP Negeri 1 Keritang, dari dulu sampai dengan hari ini belum pernah dibuat.

 

C.    Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

Meningkatkan minat baca (budaya literasi) peserta didik. Memberikan buku digital secara online, terutama dari buku novel yang bermanfaat, video-video motivasi, dan presentasi power point yang edukatif, untuk menumbuhkan minat baca (budaya literasi) di kalangan peserta didik. Hal ini dilakukan untuk semakin meningkatkan budaya literasi peserta didik, untuk membentuk peserta didik yang berpengatahuan dan berwawasan. Dalam istilah lain, membentuk peserta didik yang “tongkrongannya lokal, tapi berwawasannya global”.

 

D.    Pembelajaran yang Didapat Dari Pelaksanaan (Kegagalan Maupun Keberhasilan)

Memang permasalahan daring ini tidak hanya menyisakan masalah bagi aktivitas pembelajaran jarak jauh sekolah saja, tapi juga aktivitas KL yang murni dilakukan secara daring ini pun juga mengalami hal kurang lebih sama. Walau pun tidak gagal seratus persen, tapi tingkat keberhasilanpun jauh dari apa yang diharapkan.

Setelah berjalan selama kurang lebih 1- 2 bulan, aktivitas KL ini belum bisa berjalan secara maksimal. Hal ini bisa dilihat dari jumlah anggota KL yang aktif, (yang) hanya 27 peserta didik saja, atau 45 % dari keanggotaan KL, yang dalam survey penulis secara aktiv terlibat dalam aktivitas literasi ini. Itu pun, tidak secara seratus persen sesuai dengan harapan penulis.

Minimal dalam kasus KL ini, peserta didik sudah tahu buku-buku berkualitas, menginspirasi dan memotivasi, dan juga bisa belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, baik dari negara sendiri, maupun dari mancanegara. Baik yang sekarang, maupun dari masa lampau. Penulis berharap, dengan hasil bacaan ini, mereka bisa menjadi peserta didik yang lebih termotivasi untuk menjadi pribadi pelajar yang memiliki profil pelajar pancasila sebagaimana yang diharapkan.

Di sisi lain, melalui KL ini, penulis menjadi semakin prihatin, bahwa betapa para peserta didik di SMP Negeri 1 Keritang (khususnya), memiliki motivasi literasi yang masih rendah. Hal ini menjadi tantangan bagi para stakeholder pendidikan, agar bisa lebih memotivasi peserta didik untuk semakin meningkatkan budaya baik ini. Karena ke depan, akan ada AKM, di mana salah satu poinnya adalah tentang kecerdasan literasi. Bagaimana mungkin para peserta didik bisa melewati ujian AKM ini, sementara untuk hal yang paling elementer dari kegiatan literasi ini saja, mereka belum bisa secara optimal dan maksimal melakukannya.

Ada beberapa catatan yang dapat penulis simpulkan dari fenomena membaca peserta didik ini :

Pertama, semangat atau minat membaca peserta didik yang memang masih rendah, sebagaimana semangat belajar daring yang juga rendah. Sebagaimana fakta yang penulis dapatkan, selama pembelajaran daring, hanya sekitar 50 % persen saja dari peserta didik di masing-masing kelas, yang aktif terlibat dalam aktivitas pembelajaran PJJ tersebut. Angka yang kurang lebih sama dengan aktivitas literasi.

Kedua, masalah kuota menjadi kendala utama bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan literasi tersebut. Karena kegiatan literasi di grup yang didahului dengan aktivitas mendowload buku yang penulis kirimkan, membuat para peserta didik harus mengeluarkan kuota untuk bisa membaca buku tersebut, walaupun hanya beberapa Mega Byte (MB) atau Kilo Byte (KB). Sebagai catatan saja, mayoritas peserta didik SMP N 1 Keritang, berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Sehingga persoalan kuota ini menjadi isu yang sangat krusial. Walaupun di sisi lain, mereka sangat royal dengan media sosialnya.

Kedua faktor di atas, menjadi faktor dominan kenapa kemudian para peserta didik tidak terlalu tertarik dalam kegiatan literasi. Hal yang juga menjadi faktor penyebab rendahnya antusiasme peserta didik dalam kegiatan belajar daring.

Untuk faktor kedua, bisa diatasi dengan aktifnya kembali kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), di mana para peserta didik bisa meminjam buku secara langsung ke perpustakaan. Sehingga tidak memerlukan kuota untuk membacanya. Yang menjadi persoalan adalah faktor pertama, persoalan minat atau antusiasme dalam membaca. Ini lah yang menjadi kendala utama. Karena dari sisi peserta didik, semangat dan minat membacanya perlu didorong kembali, bahkan kalau perlu dengan cara yang sedikit “memaksa”. Karena di tengah-tengah budaya gadget yang semakin massif, dengan segala aplikasi ikutannya, menjadi tantangan tersendiri bagi para guru (khususnya), untuk mengembangkan minat baca (budaya literasi) yang kuat di kalangan peserta didik. Ke depan, penulis berharap bisa kembali berkoordinasi dengan guru-guru mata pelajaran (Bahasa Indonesia), untuk membuat program bersama tentang kewajiban membaca buku bagi setiap peserta didik, sebanyak 5 buku untuk 1 tahun pelajaran, yang berarti 15 buah (minimal) atau lebih, selama mereka duduk di bangku SMP Negeri 1 Keritang.

Hal yang sama dilakukan pada sistem pendidikan masa kolonial, mengutip Ajip Rosidi di mana para peserta didiknya diwajibkan membaca buku 20 buku untuk jenjang SMP, 30 buku untuk jenjang SMA. Hal yang sama dilakukan di negara tetangga Malaysia. Artinya di luar buku teks/paket sekolah yang mereka pelajari, para peserta didik diwajibkan membaca buku-buku non teks, sehingga para peserta didik memiliki wawasan keilmuan yang lebih kaya dan luas.

Selain itu penulis berharap, ada intervensi secara  langsung dari Kepala Sekolah untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian inheren dari program pembelajaran di sekolah, di mana kegiatan membaca menjadi salah satu program di sekolah, berupa aktivitas membaca sebelum dimulainya kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dengan beberapa program ini, penulis berharap akan tumbuh minat baca di kalangan peserta didik, yang pada gilirannya akan membuat peserta didik menjadi individu-individu yang menjadikan kegiatan  membaca sebagai budaya dan gaya hidupnya. Semoga, Salam, dan Bahagia.

 

 

 

 

 


 

E.    Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video-video singkat berikut caption/narasi singkatnya.

 

1.      Peserta awal Komunitas Literasi

KOMUNITAS LITERASI

SMP NEGERI 1 KERITANG

 

NO

NAMA

NO. HP

KELAS

1

AULIYA ARFIANI

082283528289

7.1

2

M. DIMAS SAPUTRA

082282428225

7.1

3

R RABIATUL MAULIDA SAFITRI

082391810313

7.1

4

RACHEL AKMALIA

082249218175

7.1

5

SITI MAHARANI

082360524733

7.1

6

ABDUL HAVIZ

081263485652

7.4

7

ALDHO

082277914202

7.4

8

ANDIKA PRATAMA

082278519395

7.4

9

CHELSHIA AINUN KIFLI

081266771009

7.4

10

FAHRIZAL

082284066364

7.4

11

M DWIKA FEBRIANSYAH

085274638116

7.4

12

MELISA AMELIA

082385008074

7.4

13

MIFTAHUL KHAIRI

082284113479

7.4

14

MUHAMMAD SALI SAPUTRA

082374574671

7.4

15

MUHAMMAD YUSUF

082286363122

7.4

16

SALSA BELA

082287710762

7.4

17

AHMAD RAMADHAN

082268260753

7.5

18

ANISA MUSAROFAH

082372089156

7.5

19

CELSI

082247068479

7.5

20

CINTA PRATAMA FITRI

085271405466

7.5

21

DELA

082282065890

7.5

22

INDAH WULAN DARI

082284703894

7.5

23

IRFAN HIDAYATULLAH

085281541083

7.5

24

MUHAMMAD FAREL AL HAFIZ

085272730061

7.5

25

NISA

081261638872

7.5

26

NURHAYATI NASRI

082285391831

7.5

27

RESKI

082388499175

7.5

28

RIKA DANIATI

083800271719

7.5

29

WARDAN

082282498032

7.5

30

DWI INDRIANI

082391897692

8.1

31

LIA GUSTINA DEWI

081364933683

8.1

32

REFA PUTRI NINGSIH

082386195342

8.1

33

TIARA ISLAMI FASYA

082246855070

8.1

34

GUSTIA TRI HANDAYANI

083167055412

8.2

35

OCHA FADILA

082230646606

8.2

36

ANIKA SUSANTI

082235222416

9.1

37

AYU AZHARI

082374167504

9.1

38

FITRIANI

082235597898

9.1

39

GISKA DWI ELVINA

082287334793

9.1

40

INDAH RULIATI

082386335689

9.1

41

M. SURYA DIBSA

082216706846

9.1

42

MARSYA AHMADITA

082169781995

9.1

43

MIRDA PUTRI UTAMI

082286100658

9.1

44

RAJIAMAN NURDIN

081311834937

9.1

45

SINDY NAZIRAH

082285049706

9.1

46

WIDIANA ASTUTI

082386007452

9.1

47

ABEL JURAIDAH

082171200837

9.3

48

ANANDA KURNIAWAN

085320410956

9.3

49

ASTRI SEPTIANI

083185726592

9.3

50

ATIKAH

082387263619

9.3

51

FAUZAN

082213879258

9.3

52

KHARISMA YOGI NOVIANA

082288862894

9.3

53

NIKOLAS FAJAR .S

082247027680

9.3

54

NURANNISA

085264453341

9.3

55

SATRIADI NUTAMA

082249513743

9.3

56

ZAKI FIRMANSYAH

085278594955

9.3

57

DINA ZULPADILA

082210287197

9.5

58

DINI OLIVIA

081287527624

9.5

59

EGI AHMAD

082260534232

9.5

60

HAIRUNNISA

082251773448

9.5

61

JAHWATI

082337396288

9.5

62

MEISYA AZLIANTI

082387836550

9.5

63

RENA ARDILA

082286858783

9.5

64

RORISA ADELIA JENGKA

081363826990

9.5

65

SALMAWATI

082281772127

9.5

66

SURYA WARDANA

082279696934

9.5

67

UTARI SAGITA

082172021170

9.5

68

WIRA SAFITRI

082172487827

9.5

69

DINDA LAURA SAFITRI

085230383824

9.6

60

ELVINA SARI

082268639521

9.6

 

 

 

 

 

 

2.     Daftar Buku Yang Di Share Dan Dibaca

DAFTAR BUKU YANG DIBACA

KOMUNITAS LITERASI

SMP NEGERI 1 KERITANG

 

NO

NAMA

DAFTAR BUKU BACAAN

KET

Laskar Pelangi

Kisah Inspiratif

Elon Musk

Kisah Nabi Nuh 2

Mementik Pelajaran Dari Pandemi

Edensor

39 kisah Teladan

Novel Tetralogi/Sang Pemimpi

50 Kisah Teladan

Cerita inspiratif

Hafalan Sholat Delisa

1

ABDUL HAVIZ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

ABEL JURAIDAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

AHMAD RAMADHAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

ALDHO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

ANANDA KURNIAWAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

ANDIKA PRATAMA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

ANIKA SUSANTI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

ANISA MUSAROFAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

ASTRI SEPTIANI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

ATIKAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

AULIYA ARFIANI

 

 

 

 

 

 

 

 

12

AYU AZHARI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

BABY MARSYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14

CELSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

CHELSHIA AINUN KIFLI

 

 

 

 

 

 

 

 

16

CINTA PRATAMA FITRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17

DELA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18

DINA ZULPADILA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19

DINDA LAURA SAFITRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

DINI OLIVIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21

DWI INDRIANI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22

EGI AHMAD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23

ELVINA SARI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24

FAHRIZAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25

FAUZAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26

FITRIANI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

27

GISKA DWI ELVINA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

28

GUSTIA TRI HANDAYANI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

29

HAIRUNNISA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

30

INDAH RULIATI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

31

INDAH WULAN DARI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

32

IRFAN HIDAYATULLAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

33

JAHWATI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

34

KHARISMA YOGI N

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

35

LIA GUSTINA DEWI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36

M DWIKA FEBRIANSYAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

37

M. DIMAS SAPUTRA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

38

M. SURYA DIBSA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

39

MARSYA AHMADITA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

40

MEISYA AZLIANTI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

41

MELISA AMELIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

42

MIFTAHUL KHAIRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

43

MIRDA PUTRI UTAMI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

44

MUHAMMAD FAREL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

45

MUHAMMAD SALI S

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

46

MUHAMMAD YUSUF

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

47

NIKOLAS FAJAR .S

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

48

NISA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

49

NURANNISA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

50

NURHAYATI NASRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

51

OCHA FADILA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

52

R FENI FITRIANA M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

53

R RABIATUL MAULIDA S

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

54

RACHEL AKMALIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

55

RAJIAMAN NURDIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

56

REFA PUTRI NINGSIH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

57

RENA ARDILA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

58

RESKI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

59

RIKA DANIATI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

60

RORISA ADELIA J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

61

SALMAWATI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

62

SALSA BELA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

63

SATRIADI NUTAMA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

64

SINDY NAZIRAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

65

SITI MAHARANI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

66

SURYA WARDANA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

67

TIARA ISLAMI FASYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

68

UTARI SAGITA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

69

WARDAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

60

WIDIANA ASTUTI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

61

WIRA SAFITRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

62

ZAKI FIRMANSYAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOTABARU,  JANUARI 2020

KOORDINATOR KOMUNITAS LITERASI

SMP NEGERI 1 KERITANG

 

 

MOH ZULHAM ALSYAHDIAN, S.Hum, M.Pd

 


 

3.     Bukti Daftar Buku Yang Di Share Dan Dibaca

 

 

 

 

 

 

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...