ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA 3.3
Oleh :
MOH ZULHAM ALSYAHDIAN,
S.Hum, M.Pd
CGP KABUPATEN INDRAGIRI
HILIR
A.
Latar Belakang
UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari
bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data
UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%.
Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! Riset
berbeda bertajuk World’s Most
Literate Nations Ranked
yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada
Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara
soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana
(61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca,
peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.
Sementara itu berdasarkan hasil penelitian Program for
International Student Assessment (PISA), pada tahun 2019, untuk kategori
membaca Indonesia berada pada peringkat 6 dari bawah alias peringkat 74 dari 79
negara.
Serta berbagai survey, baik dari dalam maupun luar negeri, seakan sepakat akan
kondisi budaya literasi (minat baca) masyarakat Indonesia yang sangat rendah.
Rendahnya budaya membaca di Indonesia sangatlah memengaruhi
kualitas suatu bangsa, sebab dengan rendahnya budaya membaca, kita tidak bisa
mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta informasi di
dunia, yang pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan. Seperti Bangsa
Indonesia dengan negara-negara maju lainnya yang pada kenyataannya negara kita
ketinggalan dalam masalah ini. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan
yang telah dicapai Jepang dan negara-negara maju lainnya, perlu kita kaji
sesuatu yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata mereka lebih unggul di
sumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah
menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengikuti jejak
mereka dalam menumbuhkan budaya membaca, sejak dini perlu kita tiru dan kita
terapkan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan
mewarisi negeri ini.
Sejarah kemajuan negara-negara di dunia, seperti Jepang,
Amerika, Korea dan negara-negara lainnya berawal dari ketekunannya membaca.
Mereka tidak pernah puas dengan kemajuan yang telah dicapai sehingga mendorong
mereka untuk terus membaca dan membaca. Tidak ada waktu tersisa, kecuali untuk
membaca dan bekerja. Ini menunjukkan bahwa betapa besarnya manfaat membaca buku
bagi kemajuan suatu bangsa dikarenakan bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu
menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dari membaca.
Terlebih pada era globalisasi ini, dengan arus deras globalisasi telah
menciptakan perubahan sosial yang besar dalam tatanan kehidupan.
Oleh
karena itu dapat disimpulkan, bahwa membaca menjadi syarat mutlak untuk
mencapai kemajuan dan keunggulan. Dalam istilah lain dapat disimpulkan, bahwa buku
dan negara maju sudah menjadi dua hal yang tidak terpisahkan. Jadi, tatkala
kita ingin menjadikan negara ini menjadi negara yang maju, maka budaya literasi
harus secara massif dilaksanakan. Lihatlah sejarah para founding father negara
ini, di mana mereka adalah orang-orang yang tidak hanya seorang sekedar
politisi atau pejabat, tapi juga seorang negarawan. Hal ini terjadi karena mereka
adalah orang-orang yang secara sadar “bersahabat” dengan buku. Lihat Bung
Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, Tan Malaka, dan lain sebagainya. Bahkan mereka
tidak hanya membaca, tetapi juga menulis buku.
Berdasarkan pemikiran di atas, penulis sangat berminat
untuk meningkatkan budaya literasi (minat baca), di kalangan peserta didik di
SMP Negeri 1 Keritang, yang memang masih sangat rendah. Hal ini bisa penulis
lihat dari data peminjaman buku bacaan di Perpustakaan SMP Negeri 1 Keritang,
yang masih minim. Apalagi dalam suasana Pandemi Covid 19, di mana pembelajaran
dilakukan secara jarak jauh (PJJ) atau secara Daring (dalam jaringan). Sehingga
para peserta didik yang memang tidak diperkenankan untuk ke sekolah, dalam
artian belajar dari rumah, semakin tidak tertarik (untuk secara khusus datang)
untuk meminjam buku di perpustakaan.
Oleh karena budaya literasi yang rendah ini, berimplikasi
pada kemampuan pemahaman peserta didik terhadap buku bacaan (teks maupun non
teks) yang masih rendah. Sehingga tidak heran, kalau kemudian hasil ujian-ujian
yang dilaksanakan pun tidak memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karenanya,
perlu upaya lebih untuk bisa menanamkan minat baca di kalangan peserta didik.
Hal ini penting, sebagai upaya mempersiapkan peserta didik yang memiliki
kecerdasan literasi dan (juga) numerasi, sebagaimana yang diharapkan dalam AKM
(Assesmen Kompetensi Minumum), yang dalam perencanaanya akan dimulai pada tahun
2021 ini.
Selain itu dengan kemampuan literasi yang kuat, kita akan
bisa mempersiapkan peserta didik menjadi insan-insan, yang memiliki wacana
keilmuan yang bagus, dan wawasan yang kaya. Dalam istilah lain, walaupun mereka
tinggal di desa, sekalipun (tongkrongan lokal), tapi memiliki wawasan yang
menasional bahkan internasional (wawasan global). Inilah makna sebenarnya dari
membaca adalah jendela dunia.
Apalagi di dunia digital hari ini, di mana arus informasi
yang begitu cepat, dan tanpa batas (borderless),
sehingga membuat batas-batas negara menjadi hilang dan tidak relevan lagi,
kemampuan literasi ini menjadi penting, untuk menjadikan peserta didik kita
memiliki filter untuk bisa menyaring segala informasi yang diterima. Sehingga
mereka tidak menjadi korban dari segudang informasi yang berseliweran, terutama
di media sosial yang semakin hari semakin memprihatinkan. Hoax dari para influencer
atau buzzer seakan menjadi menu harian yang harus disikapi dengan kritis,
cerdas dan bijaksana.
B.
Deskripsi Aksi Nyata
Sebenarnya, aksi nyata yang penulis lakukan ini
adalah tindak lanjut dari aksi nyata 1.4 yang sebelumnya. Hanya saja pada aksi
nyata 3.3 ini, konsep lebih diperluas, artinya kalau pada aksi nyata 1.4,
penulis hanya fokus pada upaya penanaman minat baca peserta didik saja, akan
tetapi pada aksi nyata ini, penulis mencoba untuk mengarahkan pada aktivitas
menulis dan menghasilkan karya. Bahkan lebih jauh lagi, penulis memiliki mimpi
bahwa aktivitas literasi ini akan bisa mengarah pada terbentuknya Kelompok
Ilmiah Remaja (KIR), yang fokus pada aktivitas penelitian di kalangan remaja,
yang kebetulan di SMP Negeri 1 Keritang belum pernah dilakukan.
Oleh karenanya, dalam aktivitas kali ini selain
mengirimkan buku-buku sebagai bacaan para peserta didik, penulis juga
mengirimkan artikel, berita, untuk dikomentari oleh para peserta didik, dalam
bentuk artikel bebas. Bahkan untuk meningkatkan semangat peserta didik, penulis
juga mengadakan kegiatan menulis cerpen dan puisi, yang dikirimkan secara
langsung melalui Whatsapp Grup.
C.
Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan
Meningkatkan minat baca (budaya literasi) dan membiasakan
tradisi menulis dan meneliti di kalangan peserta didik. Memberikan layanan buku
secara online, terutama dari buku agama, novel yang bermanfaat, cerita-cerita
inspirasi dari internet (Detik.com), Ditambah pelatihan tentang penulisan
puisi, cerpen, bahkan artikel. Karena dalam bayangan penulis, kegiatan ini akan
diproyeksikan untuk tidak hanya peserta didik yang rajin membaca, tapi juga
mendidik peserta didik untuk mampu memiliki karya tulis, baik itu puisi,
cerpen, maupun artikel. Bahkan dalam rencana ke depannya, kegiatan ini
merupakan embrio bagi pembentukan komunitas ilmiah di kalangan peserta didik
SMP Neger 1 Keritang, atau dalam istilah lain Karya Ilmiah Remaja (KIR).
D.
Pembelajaran yang Didapat Dari Pelaksanaan (Kegagalan Maupun
Keberhasilan)
Lembaga riset digital marketing Emarketer
memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih
dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara
dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India,
dan Amerika.
Ironisnya,
meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017
mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari.
Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di
urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya
karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di
ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini
berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.
Salah
satu yang menakjubkan, Warga Jakarta tercatat paling cerewet menuangkan segala
bentuk unek-unek di Twitter lebih dari 10 juta tweet setiap hari. Di posisi
kedua peringkat dunia kota teraktif di Twitter ialah Tokyo. Menyusul di bawah
Negeri Sakura ada warna Twitter di London, New York dan Sao Paulo yang juga
gemar membagi cerita. Bandung juga masuk ke jajaran kota teraktif di Twitter di
posisi enam. Dengan demikian, Indonesia memiliki rekor dua kota yang masuk
dalam daftar riset tersebut.
Coba saja
bayangkan, ilmu minimalis, malas baca buku, tapi sangat suka menatap layar
gadget berjam-jam, ditambah paling cerewet di media sosial pula. Jangan heran
jika Indonesia jadi sasaran empuk untuk info provokasi, hoax, dan fitnah.
Kecepatan jari untuk langsung like dan share bahkan melebihi
kecepatan otaknya. Padahal informasinya belum tentu benar, provokasi dan
memecah belah NKRI.
Hal yang kurang lebih sama terjadi dengan para
peserta didik SMP Negeri 1 Keritang, di mana hampir 70 % dari mereka memiliki
gawai/smartphone. Akan tetapi HP yang dimiliki hanyalah menjadi media untuk
melakukan permainan game belaka, chat yang tidak perlu, menonton hal-hal yang
tidak penting, dan seterusnya. Akibatnya, minat baca yang harusnya mereka
kembangkan, justru mereka semakin terjerembab dalam aktivitas yang tidak
berguna.
Walaupun tidak keseluruhan peserta didik, hanya saja sebagian besar mereka
seperti itu situasi dan kondisinya. Bahkan hal ini berimbas pada aktivitas
pembelajaran, di mana banyak di antara peserta didik yang justru tidak ikut
pembelajaran, atau kalau pun ikut, mereka sambil bermain HP, dan seterusnya.
Inilah tantangan yang penulis hadapi
untuk melaksanakan program ini. Bagaimana pada awalnya meningkatkan minat baca
peserta didik yang sangat rendah, selanjutnya mengarahkan peserta didik untuk
terlibat dalam aktivitas menulis karya tulis (baik cerpen, puisi, maupun
artikel), dan ending-nya bagaimana memancing aktivitas penelitian
mereka.
Penulis bersyukur, walaupun yang aktif tidak terlalu banyak, hanya 16
orang, tapi dengan jumlah yang sedikit ini semoga bisa membawa perubahan,
memberi inspirasi dan motivasi bagi yang
lain. Anggap saja kelompok 16 ini adalah limited grup, yang terdiri dari
peserta didik pilihan, yang semoga menjadi kelompok yang berdedikasi dan loyal
di dalam mengembangkan komunitas literasi ini.
Dengan beberapa program yang sudah dilaksanakan, penulis berharap akan
tumbuh minat baca di kalangan peserta didik tersebut, yang pada gilirannya akan
membuat peserta didik menjadi individu-individu yang menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya dan gaya hidupnya,
sebagai modal dan bekal untuk menjadi negara Indonesia yang maju dan berjaya. Semoga, Salam, dan Bahagia.
E. Dokumentasi Proses dan Hasil Pelaksanaan Berupa Foto-Foto atau Video-Video Singkat Berikut Caption/Narasi Singkatnya.
1.
Peserta Aktif Komunitas Literasi
Peserta
aktif Komunitas Literasi :
a.
Lia Gustina Dewi.
b.
Dwi Indriani
c.
Baby Marsya
d.
Gustia Tri Handayani
e.
Siti Maharani
f.
Aulia Arfiyani
g.
Annisa Musyarofah
h.
M. Dimas Saputra
i.
Chelsia Ainun Kifli
j.
Nurhayati Nasri
k.
Fahrizal
l.
Amelda Putri Dinata
m.
Maya Rahma Yunita
n.
Irfan Hidayatullah
o.
Nisa
p.
Melisa Amelia
2.
Daftar
Buku /Tulisan Yang Di Share Dan Dibaca
Berikut adalah daftar buku yang sudah dishare
melalui media Whatsapp Grup (WAG), yaitu :
1.
Teri Liye, Sang Penanda
2.
Teri Liye, Bidadari-Bidadari Surga.
3.
Aidh Al Qarni, La Tahzan (Jangan Bersedih)
4.
Tertawalah mumpung gratis.
5.
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210607134209-255-651226/7-kebiasaan-yang-merusak-otak/2
6.
https://inet.detik.com/science/d-5602208/setelah-china-dan-korea-india-mau-bikin-matahari-buatan-juga
7.
https://www.detik.com/edu/edutainment/d-5574473/kisah-inspiratif-mahasiswa-ri-raih-beasiswa-di-jepang-hoki-langsung-dapat-2
8.
https://wolipop.detik.com/worklife/d-5533154/inspiratif-ingin-kerja-di-nasa-gadis-jenius-ini-kuliah-di-usia-12-tahun
9.
https://inet.detik.com/cyberlife/d-5595847/keren-20-pelajar-indonesia-raih-beasiswa-apple-wwdcsholarship-2021
10.
https://wolipop.detik.com/hijab-profile/d-5374724/kisah-wanita-bikin-online-shop-hijab-modal-rp-700-ribu-kini-sering-sold-out
11.
https://finance.detik.com/sosok/d-5366879/jalan-panjang-eric-yuan-temukan-zoom-hingga-jadi-miliarder-dadakan
12.
https://www.detik.com/edu/edutainment/d-5578094/kisah-inspiratif-mahasiswa-ri-raih-beasiswa-di-as-jangan-takut-sebelum-perang
13.
https://wolipop.detik.com/worklife/d-5581633/dari-kandang-kambing-bisa-kuliah-s-2-di-uk-angga-berbagi-tips-inspiratif
14.
https://finance.detik.com/sosok/d-5583530/dulu-nggak-mampu-beli-beras-kini-orang-ini-punya-harta-hampir-rp-100-t
15.
https://finance.detik.com/sosok/d-5267269/zhang-yiming-yang-kaya-raya-di-usia-muda-lewat-tiktok
16.
https://oto.detik.com/profil/d-5518449/orang-indonesia-jadi-dokter-harley-davidson-di-as-berapa-sih-gajinya
17.
https://finance.detik.com/sosok/d-5506693/kisah-sukses-colonel-sanders-bangun-jaringan-resto-ayam-yang-mendunia
18.
https://inet.detik.com/science/d-5503746/sabar-tingkat-dewa-bikin-peta-galaksi-bima-sakti-selama-12-tahun
19.
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5500912/dampak-buruk-kecanduan-gawai-kondisi-yang-dialami-seratusan-anak-di-jabar
20.
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5500669/seratusan-anak-di-jabar-dirawat-karena-kecanduan-gadget-kenali-gejalanya
21.
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5500676/peneliti-uns-manfaatkan-tanah-liat-jadi-hand-sanitizer-alami
22.
https://inet.detik.com/science/d-5497633/saingi-elon-musk-china-siapkan-misi-kuasai-internet-luar-angkasa
23.
https://wolipop.detik.com/entertainment-news/d-5478680/30-kata-kata-bijak-lengkap-singkat-dan-bermakna-sangat-inspiratif
24.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5371900/jualan-air-galon-zhong-shanshan-berhasil-jadi-orang-terkaya-china
25.
https://food.detik.com/info-kuliner/d-5369299/keren-anak-petani-sayuran-ini-lulus-s2-di-columbia-university
3.
Bukti Daftar
Buku Yang Di Share Serta Karya Tulis Peserta Didik















