Rabu, 02 Desember 2020

Khutbah : haji

 

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد.

فيا عباد الله اتقواالله  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

 

Perintah takwa

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

 

Hari-hari ini kita saksikan betapa banyak kaum muslimin dan muslimat dari pelosok dan penjuru Indonesia, bahkan juga dunia, yang secara perorangan maupun rombongan berangkat menuju Makkatul Mukarramah untuk melaksanakan Ibadah Haji. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam al Qur’an :

 

ولله على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا (ال عمران : 97)

 

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran : 97)

 

Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Allah dalam Al Qur’an surah al Hajj ayat 27 :

 

فأدن فى الناس بالحج يأتوك رجالا وعلى كل ضامر يأتين من كل فج عميق

“Dan Berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Perintah melaksanakan haji bagi setiap orang Islam yang mampu, sekali lagi, melaksanakan haji bagi setiap orang Islam yang mampu, patutlah untuk segera dilaksanakan. Hal ini mengingat ibadah Haji merupakan salah satu yang paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya.

Pernah terjadi perdebatan di antara para ulama, di antara rukun-rukun Islam itu mana yang paling utama : Shalat, puasa, zakat ataukah haji ?

Menurut sebagian jumhur ulama, hajilah yang paling utama. Alasannya, di dalam shalat tidak ada ibadat hajinya, tetapi di dalam haji ada shalatnya. Ketika tawaf di masjidil haram, di masjidin nabawi, dan seterusnya, seorang haji dianjurkan untuk melaksanakan shalat. Begitu juga di dalam haji ada puasanya. Karena ketika orang tidak bisa membayar dam, maka ia harus melakukan puasa 10 hari (3 hari pada musim haji, dan 7 hari ketika ia pulang ke rumahnya).

Dalam pendapat lain disebutkan, kalau seseorang shalat, dia meninggalkan keluarganya sebentar saja, kalau berpuasa, dia meninggalkan keluarganya pada waktu siang saja, tetapi kalau pergi haji, dia melelahkan badannya, merepotkan dirinya, menginfakkan hartanya, dan melamakan perpisahan dari keluarganya.

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

 

Oleh karena keutamaan ibadah haji tersebut di atas, Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim :

من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع من دنوبه كيوم ولدته امه

 

“Barang siapa haji, dan dia tidak bersetubuh dan tidak berbuat fasiq, maka ketika ia kembali, maka dosa-dosanya akan keluar seperti pada hari ibunya melahirkannya

 

Dan dalam hadits lain yang diriwayatkan Ath Thabrani, Rasulullah SAW menggambarkan keutamaan dan keistimewaan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah Haji, yaitu :

“Sesungguhnya jika keluar dari rumahmu dengan maksud ibadah haji ke Baitul Haram, untamu tidak meletakkan tapak kakinya dan tidak membukanya, kecuali dicatat untukmu kebajikan dan dihapus daripadamu kesalahan. Adapun 2 rakaatmu sesudah thawaf seperti memerdekakan seorang budak. Adapun sa’i dari Shafa dan Marwah seperti memerdekakan 70 orang budak. Adapun menginap pada malam hari di Arafah maka sesungguhnya Allah turun ke langit dunia seraya membanggakan kepada hamba-hamba Allah. Allah Berfirman, “Hamba-hambaku, mereka datang kepadaku dalam keadaan kusut rambutnya dari segenap penjuru yang jauh. Mereka mengharap rahmat-Ku sehingga seandainya dosa-dosa kalian itu sebanyak pasir/tetesan hujan, atau seperti buih di lautan, pasti Aku mengampuninya. Dan adapun melempar Jumrah, maka bagimu setiap kerikil yang dilemparkan merupakan peleburan dosa-dosa. Adapun kurbanmu sebagai simpananmu di sisi Allah. Adapun pencukuran rambutmu, maka bagimu dengan setiap rambut yang telah dicukur merupakan kebajikan dan dihapus darimu kesalahan. Adapun thawaf di Baitullah maka sesungguhnya tidak ada sama sekali dosa bagimu.

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Oleh karena perintah Allah SWT dan juga keutamaan ibadah  haji tersebut, bagi kita yang belum berkesempatan melaksanakan ibadah haji, marilah kita berdoa dan memohon kepada Allah, agar supaya diberikan kemampuan dan kesehatan, baik secara harta perbekalan, kesahatan badan dan kesiapan batin, untuk dapat memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah, yang kesemuanya itu semata-mata mengharap pahala dari Allah SWT.

اللهم يسر لنا زيارة مكة والمدينة ببركة سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم

“Ya Allah, mudahkanlah kami untuk mengunjungi kota Makkah dan Madinah, berkat junjungan kami Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan bagi hadirin jama’ah Jum’at yang sudah melaksanakan haji,  dan juga kepada saudara-saudara kita yang saat ini juga sudah mulai melaksanakan hajinya, semoga menjadi haji yang mabrur. Dan bagi haji mabrur, tidak ada balasannya, kecuali surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

وليس للحجة المبرورة ثواب الا الجنة

“Dan tidak ada pahala bagi haji yang mabrur, kecuali surga”

 

Amin ya Rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ. إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Al Falah, 20 September 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...