Rabu, 02 Desember 2020

Khutbah : Maulid Nabi

 

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد. فيا عباد الله اتقواالله  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Perintah takwa

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Hari-hari ini kita sudah memasuki Bulan Rabi’ul Awwal, bulan di mana pada 1442 yang lalu, telah dilahirkan ke dunia ini Rasul pilihan, manusia agung, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Seluruh umat Islam sepakat, bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah suri tauladan yang tidak ada duanya. Baik dalam ucapan, perbuatan, dan sikap beliau. Dan bagi kita umat Islam, sangat dianjurkan untuk senantiasa menjadikan beliau sebagai contoh atau tauladan dalam kita berkata, berperilaku dan bersikap. Sebagaimana dalam al Qur’an ditegas :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al Ahzab : 21)

Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri, dalam bukunya Sirah Nabawiyah (hlm. 579) menggambarkan, bahwa : “Secara umum, Rasulullah SAW adalah gudangnya sifat-sifat kesempurnaan yang sulit dicari tandingannya. Allah membimbing dan membaguskan bimbingan-nya, sampai sampai-sampai Allah berfirman terhadap beliau seraya memuji beliau :

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Al Qalam : 4)

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Salah satu yang perlu kita teladani dari diri Rasulullah SAW, adalah bagaimana ibadah beliau, terutama ibadah sholat beliau kepada Allah SWT. Sebagaimana kita tahu, bahwa Rasulullah SAW adalah seorang yang Ma’shum (yaitu orang yang terjaga dari melakukan segala perbuatan dosa, kecil apalagi yang besar), serta dosa-dosa beliau sudah diampuni oleh Allah SWT, bahkan beliau sudah dijamin masuk ke dalam  surga Allah SWT.

Tapi coba kita perhatikan, bagaiman perilaku beliau. Apakah beliau hanya diam saja dan tidak mau beribadah lagi kepada Allah SWT? Apakah beliau ber malas-malasan dalam beribadah kepada Allah  SWT ? Justru tidak. Rasulullah SAW justru semakin banyak beribadah kepada Allah SWT, siang maupun malam, sendirian ataupun bersama-sama dengan orang lain.

Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Aisyah RA. Seseorang bertanya kepada Aisyah RA, “Beritahukanlah kepadaku sesuatu yang luar biasa pada diri Rasulullah SAW yang pernah engkau lihat ? Jawab Aisyah RA, “Manakah perbuatan beliau yang tidak luar biasa ? Pernah pada pada suatu malam, beliau berbaring bersamaku, lalu beliau SAW berkata, “Biarkanlah saya beribadah kepada Allah sekarang”. Beliau bangun dari tempat tidurnya, lalu mengerjakan sholat. Baru saja memulai shalat, beliau langsung menangis bercucuran air mata, sehingga membasahi dada. Kemudian beliau ruku’, pun sambil menangis. Juga ketika sujud, beliau menangis. Dan ketika bangun dari sujud pun beliau masih menangis. Sampailah terdengar azan  fajar Bilal  bin Rabah RA. Saya berkata, “Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis, bukankah engkau ma’shum (terjaga dari perbuatan dosa), dan Allah telah berjanji mengampuni segala dosamu, baik yang akan datang maupun yang lalu ? Jawab Nabi SAW :

افلا احب ان اكون عبدا شكورا

“Apakah saya tidak suka menjadi hamba-Nya yang bersyukur ?

 

 

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Masih banyak lagi hadits yang menceritakan tentang bagaimana shalat Rasulullah SAW. Bahkan tidak jarang, kaki-kaki beliau menjadi bengkak-bengkak karena terlalu lamanya beliau berdiri untuk melaksanakan shalat. Sementara beliau, adalah seorang yang telah dijamin masuk surga, dan dosa-dosa beliau sudah diampuni oleh Allah SWT.

Kalau Rasululullah Muhammad SAW, sebagai orang yang sudah diampuni dosanya dan dijaminkan masuk surga, masih bersusah payah untuk beribadah kepada Allah SWT. Seharusnyalah kita, sebagai umatnya, senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Sebab, kita bukanlah orang-orang yang dosa-dosa kita senantiasa diampuni oleh Allah SWT. Dan kita bukanlah orang-orang yang sudah dijamin Allah masuk ke dalam surga-Nya Allah ! Lalu bagaimana mungkin kita begitu berani meninggalkan shalat yang jelas-jelas telah diperintahkan oleh Allah SWT.  

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Selain contoh dalam ibadah sholat kepada Allah SWT, perlu kiranya kita juga mencontoh bagaimana rasa takut Rasulullah SAW kepada Allah SWT. Padahal beliau bukanlah orang yang banyak melakukan perbuatan dosa dan maksiyat.  Ingat, Rasulullah SAW adalah seorang yang tidak pernah melakukan dosa dan maksiyat  kepada Allah SWT. 

Sebagaimana dalam sebuah hadits diriwayatkan, betapa Rasulullah SAW pernah pada suatu malam, menangis sepanjang malam. Dan beliau shalat  terus menerus hingga waktu subuh, sambil terus-menerus membaca ayat berikut ini :

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al  Maidah : 118)

Seharusnyalah, kita umat Islam, umat beliau, yang harus  banyak menangis dan  banyak sholat kepada Allah SWT. Karena dosa-dosa kita lebih banyak daripada ketaatan kita kepada Allah. Baik dosa besar,  apalagi dosa kecil. Maksiyat kita lebih banyak daripada ibadah kita kepada Allah. Lupa kita lebih banyak daripada ingat kita kepada Allah. Kita lebih banyak melanggar perintah Allah daripada melaksanakan perintah-Nya. Sebaliknya, kita lebih banyak mengerjakan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, daripada meninggalkannya.

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Melalui peringatan-peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, marilah kita selalu melatih diri untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW, baik dalam  ucapan, perbuatan maupun sikap. Terutama, meneladani beliau dalam hal ibadah kepada Allah SWT. Walaupun kita tidak sholat selama Rasulullah SAW, paling tidak mulai saat  ini,  jangan pernah kita tinggalkan  sholat  lima waktu dalam  sehari semalam.

Walaupun kita belum memiliki rasa takut kepada Allah sebagaimana takutnya Rasulullah SAW, paling tidak jangan pernah kita melanggar apa-apa yang telah diperintah Allah dan Rasulullah kepada kita.

Semoga kita semua, keluarga kita, dan anak keturunan kita, menjadi umat yang selalu menauladani  Rasulullah SAW. Semoga kita semua senantiasa istiqomah dalam beribadah kepada Allah dan selalu memiliki rasa takut kepada Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam. Āmīn. Āmīn. Yā Rabbal ‘Ālamīn.

بسم الله الرحمن الرحييم

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...