Rabu, 02 Desember 2020

Khutbah : Isra Mi'raj

 

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد. فيا عباد الله اتقواالله  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

 

Perintah takwa

 

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !

Hari-hari ini kita sudah berada di bulan Rajab, bulan di mana pada tanggal 27 Rajab 1441 yang silam, terjadi peristiwa besar pada diri Rasulullah SAW, berupa peristiwa Isra’ dan Mi’raj, yang merupakan salah satu mu’jizat terbesar beliau.

Salah satu tujuan diisra’ dan mi’rajkannya beliau adalah untuk menerima perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam. Semua umat Islam telah meyakini, bahwa shalat 5 waktu adalah kewajiban utama dan sangat penting. Hal ini bisa dilihat dari asal mulanya turunnya perintah shalat tersebut. Ketika Allah SWT ingin memerintahkan suatu ibadah kepada umat Islam, semisal puasa, Allah cukup menurunkan perintahnya, sebagaimana tercantum dalam al Qur’an. Begitu juga halnya zakat, haji, dan lain sebagainya. Akan tetapi khusus shalat, perintah melaksakan ibadah tersebut langsung disampaikan oleh Allah dengan cara memanggil langsung Rasulullah SAW menghadapnya ke langit. Karena itu, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh, wajib hukumnya untuk melaksanakannya dan mengamalkannya. Tidak ada alasan untuk meninggalkan kewajiban shalat, kapanpun dan di manapun kita berada.

Apabila kita tidak mampu melaksanakannya dengan berdiri, kita boleh mengerjakannya dengan duduk. Apabila tidak mampu melaksanakan dengan duduk, diizinkan dengan berbaring. Apabila tidak juga bisa dengan baring, maka dengan isyarat. Apabila tidak juga bisa dengan isyarat, artinya kita siap-siap untuk disholatkan atau berarti kita sudah meninggal dunia.

Tidak heran, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda :

ﻟﺼﻼ ﻋﻤﺎد ﻟﺪين فمن اقاﻣﻬﺎ فقد قام ﻟﺪين ﻮمن تركها فقد هدم الدين

“Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa mendirikan shalat, berarti ia mendirikan agama. Dan barangsiapa meninggalkannya berarti ia merobohkan agama”.

 

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

اول مايحاﺳﺐ ﺑﻪ لعبد يوم ﻟﻘﻴﺎﻣﺔ من عمله ﻟﺼﻼ فان صلحت فقد فلح وانجح ﻭﺍﻥ نقصت فقد ﺧﺎ خسر

“Perbuatan hamba yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat nanti adalah shalatnya, maka barangsiapa yang shalatnya baik, sungguh ia telah berbahagia dan akan selamat dan jika kurang baik shalatnya maka ia akan sengsara dan merugi.” (H.R. Thabrany dan Turmudzi)

Di akhirat kelak, tanggung jawab orang-orang yang meninggalkan shalat sangat berat, karena shalatlah yang mula-mula diperiksa oleh Allah SWT, sebelum memeriksa ibadah-ibadah yang lain-lain.

Untuk ini telah digambarkan dengan begitu jelas oleh Allah SWT dalam al Qur’anul Karim. Yaitu tentang percakapan antara penduduk surga dengan penduduk yang menghuni neraka Saqar, tentang, kenapa sebabnya mereka masuk ke dalam neraka Saqar. Di antara sebabnya adalah karena mereka tidak melaksanakan ibadah shalat.

Hal ini dijelaskan  Allah SWT oleh dalam al Qur’an, surah Al Mudatsir ayat 42 – 44 :

ما سلككم فى سقر. قالوا لم نك من المصلين. ولم نك نطعم المسكين

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka Saqar ? Mereka menjawab, kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan orang miskin.”

Suatu riwayat juga mengatakan, bahwa pada suatu hari ada seorang pendatang menghadap Rasulullah SWT, lalu ia bertanya :

يارسول الله اي الاعمال احب الى الله تعالى فى الاسلام. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصلاة لوقتها ومن ترك الصلاة فلا دين له والصلاة عماد الدين

“Ya Rasulullah, amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT dalam Islam. Beliau menjawab, shalat tepat pada waktunya dan barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka berarti tidak mempunyai  agama, sebab shalat itu adalah tiang agama.” (H.R. Baihaqi)

 

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !

Apabila ada orang yang mengaku beragama Islam, tetapi tidak mau shalat, berarti pengakuannya itu tidaklah benar. Dan orang seperti itu ditetapkan masuk neraka. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah SAW :

واد ترك الرجل فريضة واحدة متعمدا كتب اسمه على باب النار فلان بن فلان لابد له من دخول النار

“Manakala seseorang meninggalkan satu shalat fardu dengan sengaja, maka namanya ditulis pada pada pintu neraka Fulan bin Fulan, tidak boleh tidak, ia pasti masuk neraka”.

 

Sungguh suatu pandangan yang sangat keliru, ketika ada seseorang yang berpendapat bahwa shalat itu tidaklah perlu, atau bahkan shalat itu bisa digantikan dengan cukup mengingat Allah saja. Hal ini dicontohkan langung oleh Rasulullah Muhammad SAW, sebagai pembawa syariat Islam yang sebenarnya. Sebagaimana banyak sekali hadits yang menceritakan tentang bagaimana shalat Rasulullah SAW. Bahkan tidak jarang, kaki-kaki beliau menjadi bengkak-bengkak karena terlalu lamanya beliau berdiri untuk melaksanakan shalat. Sementara beliau, adalah seorang yang telah dijamin masuk surga, dan dosa-dosa beliau sudah diampuni oleh Allah SWT.

Bagaimana halnya dengan kita ? Kita bukanlah orang-orang yang dosa-dosa kita senantiasa diampuni oleh Allah SWT. Dan kita bukanlah orang-orang yang dijamin Allah masuk surga ! Lalu bagaimana mungkin kita begitu berani meninggalkan shalat yang jelas-jelas telah diperintahkan oleh Allah SWT.

Tidak heran dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW memperingatkan dengan keras kepada kita :

بين العبد وبين الكفر ترك الصلاة

“Perbedaan antara hamba-hamba (orang Islam) dengan orang kafir adalah shalat.” (H.R. Ibnu Majah)

 

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah !

Semoga kita semua, senantiasa diberikan taufiq dan hidayah oleh Allah SWT, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Sehingga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang berbahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

بسم الله الرحمن الرحييم

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

At Taqwa,  Februari 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...