Rabu, 02 Desember 2020

Khutbah : Doa Orang tua

 

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد.

فيا عباد الله اتقواالله  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

 

Perintah takwa

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Di antara doa yang cepat dikabulkan oleh Allah SWT adalah adalah doa orang tua kepada anaknya. Sehingga ketika ada seorang anak berhasil dalam kehidupannya, hal ini tidak lepas dari peran doa dan restu dari kedua orang tuanya. Tak heran ada seorang ulama yang berkata, bahwa kekuatan doa kedua orang tua kepada anaknya, sama halnya dengan kekuatan doa 70 orang  wali atau kekasih Allah.

Tidak heran dalam sebuah sabdanya Rasulullah SAW menegaskan:

 

ثلاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتجاباتٌ لاشَك فيهن دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ودَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ على وَلَدِهِ

Ada tiga doa yang pasti dikabulkan tanpa ada keraguan padanya: doanya orang yang terzolimi, doanya seorang musafir dan doa keburukan orang tua pada anaknya (Hadits Hasan Shohih diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam At Tirmidzi)”

Hal ini ditegaskan lagi oleh Mujahid, seorang ahli tafsir pada zaman Tabiin, bahwa doa orang tua tidak terhalang (dikabulkan) oleh Allah yang Maha Agung”.

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Begitu hebatnya doa orang tua kepada anaknya, hal ini pernah dialami langsung oleh seorang ulama Besar yang sekaligus pemimpin dalam ilmu hadits, yaitu al Imam al Bukhari. Pada suatu ketika, beliau mengalami kebutaan pada kedua matanya. Hal ini membuat ibu beliau menjadi sedih. Oleh karenanya, sang ibu pergi beribadah dengan memperbanyak shalat, zikir dan berdoa di Qubbatus Sakhrah, atau Qubah Emas di Masjidil Aqsha, Palestina, selama beberapa waktu pada setiap malam selama bulan Ramadhan. Sampai pada suatu malam beliau bermimpi didatangi oleh Nabi Ibrahim AS yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya Allah SWT telah mengembalikan penglihatan anakmu, berkat doamu yang banyak”. Ketika pagi tiba, dan sang ibu sudah pulang ke rumah, ia mendapati Imam Bukhari sudah bisa melihat kembali sebagaimana semula. Subhanallah.

 

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Dari cerita di atas dapat kita lihat, betapa hebatnya doa orang tua kepada anaknya, oleh karenanya, sebaiknyalah kepada para orang tua hendaknya memperbanyak doa kebaikan untuk anak-anaknya. Paling tidak, setiap sesudah shalat lima waktu. Hendaklah kita mencontoh para nabi dan orang-orang sholeh yang selalu mendoakan kebaikan pada anak keturuannya. Lihatlah  contoh Nabi Ibrahim AS, di mana beliau berdoa:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan Kami, kabulkanlah doa kami” (QS. Ibrahim : 40)

Dalam ayat lain doa Nabi Ibrahim agar memiliki anak sholeh disebutkan:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh” (QS. Ash shaffat : 100)

Jangan malah sebaliknya. Bukan doa kebaikan kepada anak, justru yang lebih sering adalah  kata-kata sumpah serapah dan doa-doa yang jelek orang tua kepada anaknya, baik disadari ataupun tidak. Sehingga setiap mereka memarahi anak-anaknya, berhamburanlah kata-kata kasar dan sumpah yang keluar dari mulutnya. Tidak jarang kita dengar, ada orang tua yang memanggil dan memarahi anaknya dengan panggilan bodoh, buntang, anjing, babi, setan, dan sebagainya.

Sehingga jangan heran, anaknya kemudian benar-benar menjadi anak yang bodoh dan buntang, serta kelakuannya pun sebagaimana binatang. Nauzubillah tsumma Nauzubillah. Hal ini bisa jadi karena orang tuanyalah, yang disadari atau tidak, telah mendoakan mereka sehingga menjadi seperti itu.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim telah bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu mengutuk dirimu, jangan mengutuk anakmu, jangan mengutuk pelayanmu, jangan mengutuk hartamu, jangan-jangan kamu mengutuk di saat doa mustajabah (dikabulkan), maka kabullah ucapanmu” (HR. Muslim)

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Dr. Hasan Ali mengatakan, apabila seorang ibu memaki anaknya dengan kata-kata bodoh, jika cukup empat puluh satu kali, maka kali yang keempat puluh satu anaknya akan benar-benar menjadi bodoh.

Oleh sebab itu, hindarkanlah mengeluarkan kata-kata kutukan kepada anak di saat marah. Karena dikhawatirkan apa yang kita ucapkan itu akan dikabulkan Allah SWT. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda, “Doa orang tua kepada anaknya, sama nilainya dengan doa para Nabi bagi umatnya

Semakin sering orang tua mendoakan kebaikan kepada anaknya, maka akan semakin terbukalah jalan keberhasilan bagi si anak. Sebaliknya, semakin sering orang tua menyumpah dan mendoakan keburukan bagi anaknya, maka akan semakin terbuka jalan kehancuran bagi sang anak.

Hal ini pernah diceritakan oleh Imam Al Ghazali dalam salah satu kitabnya. Pada suatu hari datanglah seseorang kepada seorang ulama besar, Abdullah bin Mubarak. Ia kemudian bercerita tentang kedurhakaan anaknya kepada beliau. Abdullah bin Mubarak kemudian bertanya, “Pernahkah kamu mendoakan keburukan baginya ? Laki-laki itu menjawab, ya, pernah. Abdullah bin Mubarak kemudian berkata, sesungguhnya engkau telah menghancurkannya. Artinya, tanpa disadari oleh lelaki itu, doa buruknya kepada anaknya, menjadikan anaknya sebagai anak yang durhaka, bahkan kepada orang tuanya sendiri.

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, rajin-rajinlah kita, dan tanpa bosan-bosannya kita mendoakan kepada anak-anak kita, supaya mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, berbakti dan berguna, baik bagi orang tua dan keluarga, maupun bagi agama dan negara dan bangsa. Dan sebaliknyalah, bagi seorang anak, hendaklah sering-sering meminta doa kepada kedua orang tua, karena sesungguhnyalah, doa orang tua menjadi pintu keberhasilan kita, baik untuk kehidupan di dunia, maupun di akhirat. Āmīn. Āmīn. Yā Rabbal ‘Ālamīn.

بسم الله الرحمن الرحييم

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...