Rabu, 02 Desember 2020

Khutbah : 3 Saat Menakutkan

 

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد. فيا عباد الله اتقواالله  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

 

Perintah takwa

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Imam Ali Zainal Abidin, salah satu cicit Rasulullah SAW, pernah berkata : “Ada 3 saat yang paling menakutkan yang harus dialami oleh setiap manusia. Yaitu (1) saat ketika ia menyaksikan malaikat maut /meninggal dunia, (2) saat ketika ia bangun dari kuburnya, (3) dan saat ketika ia berdiri di hadapan Allah SWT, tidak jelas apakah ia akan ke surga atau neraka”.

Ketiga hal ini, kematian, bangkit dari kubur dan surga atau neraka, adalah sungguh merupakan sesuatu yang pasti dialami oleh setiap manusia, dan tidak ada seorangpun yang bisa menghindarinya. Oleh karenanya, sering-seringlah bagi kita untuk selalu mengingat-ngingatnya. Karena betapa banyak orang-orang hari ini yang justru tidak mengingat-ngingatnya sama sekali keadaan ini. Sehingga banyak dari mereka menjadi lupa diri, lupa ingatan, yang pada akhirnya mereka dengan berani meninggalkan segala perintah Allah SWT. Dan sebaliknya, mereka justru melakukan perbuatan-pebuatan dosa dan kemaksiyatan, kecil maupun besar, siang maupun malam, sengaja atau tidak sengaja, terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Hari-hari mereka diisi dengan perbuatan-perbuatan dosa dan kemaksiyatan yang terus menerus, seakan-akan mereka lupa, bahwa mereka juga akan mati, dan mereka nantinya akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan ketika mereka hidup di dunia.

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Ingatlah kaum muslimin, bahwa kematian itu pasti datang kepada siapapun, tidak peduli besar kecil, tua muda, rakyat pejabat, pintar maupun bodoh. Ingatlah saat malaikat maut (malaikat Izrail) menjemput kita. Dalam hal ini, Allah SWT menerangkan kepada kita, 2 macam kematian. Pertama, kematian mukmin yang shaleh. Hal ini dijelaskan Allah dalam al Qur’an, surah an Nahl : 32 :

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Orang-orang yang diwafatkan malaikat maut dalam keadaan baik, para malaikat berkata : Sejahteralah bagi kalian, masuklah ke surga dengan apa-apa yang sudah kalian amalkan”.

 

Kematian yang kedua, kematian orang-orang yang durhaka. Sebagaimana firman Allah dalam surah an Nahl ayat 28 – 29 :

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلَى إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“yaitu orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata): ‘Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun. Malaikat menjawab: ‘ada’. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. Maka masukilah pintu-pintu neraka jahannam. Kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat-tempat orang yang menyombongkan diri itu”.

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Kita tidak tahu, pada kematian yang mana kita akan berada. Apakah kita akan mati dalam Ridha dan Rahmat Allah SWT, ataukah dalam siksaan Malaikat Maut dan kemurkaan Allah ! kita juga tidak tahu, apakah kita akan bangkit dari kubur kita dengan wajah-wajah ketakutan atau dengan wajah-wajah yang berseri-seri penuh kegembiraan. Dan kita juga tidak tahu, apakah setelah hari perhitungan di hadapan Allah, kita termasuk orang-orang yang diantarkan ke dalam surga atau justru menjadi penghuni neraka Jahannam. Na’udzubillah min zalik.

Rasulullah SAW, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Hujjatul Islam, Imam Al Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyampaikan, pada suatu hari Rasulullah SAW melewati pekuburan. Beliau menyapa penghuni kubur, ”Hai Ahli kubur, tahukah kalian apa yang terjadi sepeninggal kalian ? Istri-istri kalian sudah dinikahi orang lain. Rumah-rumah kalian sudah dibagi-bagikan. Apakah kalian mau menceritakan apa yang kalian alami ?” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sekiranya mereka bisa menjawab, mereka akan berkata bahwa sebaik-baiknya bekal adalah Takwa”.

Hal ini sebagaimana telah difirmankan Allah dalam al Qur’an:

 

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

 

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepadaku (Allah), Hai orang-orang yang berakal (Al Baqarah : 197).

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Sebagai penutup, marilah kita renungkan firman Allah dalam al Qur’an :

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ

 

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

 

تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً

 

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ

 

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلا مِنْ ضَرِيعٍ

 

تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

 

 

لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

 

“Sudah datangkah kepadamu berita tentang hari pembalasan ? banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. kepayahan. Memasuki api neraka yang sangat panas. Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tidak memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (Al Ghasiyyah : 1-7)

 

Mudah-mudahan Allah SWT, menjadikan kita semua orang-orang yang mengakhiri hidup kita dalam keadaan husnul khotimah. Selanjutnya semoga kita semua mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah ketika berada di dalam kubur. Dan pada akhirnya, semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Āmīn. Āmīn. Yā Rabbal ‘Ālamīn.

بسم الله الرحمن الرحييم

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...