Rabu, 02 Desember 2020

Khutbah : Jaga Keluarga dari Neraka

 

2

 

1

 
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد. فيا عباد الله اتقواالله  حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Perintah takwa

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Seorang anak bagi orang tua merupakan buah pernikahan yang patut disyukuri. Dibalik itu, anak adalah amanat yang dibebankan kepada kedua orang tua. Tidak boleh disia-siakan apalagi disepelekan. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik keadaan titipan agar tidak rusak. Begitu juga anak bagi orang tua, harus dijaga baik, Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya tersebut. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”.(Hadits shahih, Riwayat Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi, dari Ibnu Umar).

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:

 

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ. (رواه البخاري).

 “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam), maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari)

Dari hadits ini Rasulullah mengajarkan kepada kita, bahwa setiap anak yang lahir, sesungguhnya mereka dalam keadaan fitrah atau suci. Tidak ada dalam ajaran Islam istilah anak haram, anak kampang, atau anak jadah. Karena pada dasarnya, bayi yang lahir itu suci tanpa dosa, atau fitrah. Oleh karena itu merupakan kewajiban orang tua agar mendidiknya dengan baik, agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridlai oleh Allah, dan selamat dari api neraka. Sebagaimana peringatan Allah  SWT dalam al Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras, lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(At-Tahrim: 6)

 

Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

3

 
Maka, mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba-hamba Allah yang taat. Memberikan dasar pendidikan agama kepada anak sejak kecil, serta menyuruh anak-anak untuk melaksanakan perintah agama sedari mereka masih kecil-kecil. Bukannya malah membiarkan anak-anak begitu saja tanpa bimbingan dan arahan ke jalan yang diridlai Allah SWT, apa pun alasannya. Kelalaian dalam hal ini, berarti merupakan penyia-nyiaan terhadap amanat yang diberikan Allah SWT.

Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya mengajarkan :

مُروا اولادكم بالصلاة وهم ابناءُ سبعِ سنين. واضربوهم عليها وهم ابناءُ عَشْرِ سينن

“Perintahkanlah anakmu untuk sholat, ketika ia berumur 7 tahun. Pukullah ia jika ia sudah berumur 10 tahun” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan Al Hakim)

Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. Termasuk anak kita yang malang.!!!

Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur, tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi wajah mereka. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus, jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. Alangkah besarnya kerugian mereka. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul. Inilah kerugian yang nyata dan hakiki, ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam.

6

 

5

 

4

 
Untuk menjelaskan tentang kedahsyatan siksa neraka, kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ

“Setiap kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”. (An-Nisaa’: 56).

 

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap perkembangan agama anak kita. Al-Qur’an telah menjelaskan tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. Itulah Luqman al Hakim. Secara rinci hal ini dijelaskan dalam al Qur’an, surat Luqman.

Dalam surat tersebut, Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid (mengesakan Allah), yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja, dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat. Wasiat berikutnya adalah berhubungan dengan penanaman keyakinan tentang hari pembalasan, penjelasan kewajiban menegakkan shalat. Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai sebab penting untuk memperbaiki umat. Berikutnya, beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berbicara dengan orang lain, sebab ini pertanda jelek, yaitu cerminan sikap sombong. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orang-orang yang sombong. Sedang nasehat yang terakhir berhubungan erat dengan perintah untuk merendahkan suara, tidak berlebih-lebihan dalam berbicara.

Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya, yang penuh dengan nasehat yang sangat baik dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri, agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat. Cukuplah kiranya kisah tadi, sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. Memenuhi kebutuhan makanan dan pakaian anak memang penting. Namun yang tidak kalah penting, kebutuhan seorang anak terhadap bekal agamanya juga sangat perlu untuk kita perhatikan.

Wahai para orang tua, janganlah kita khawatir ketika kita nanti meninggal dunia, anak-anak keturunan kita tidak bisa makan dan hidup yang enak. Karena yakinlah semua rizki makhluk di dunia ini sudah diatur oleh Allah SWT. Tapi kita perlu khawatir, ketika kita meninggal dunia anak-anak keturunan kita justru jauh dari agama Allah. Tidak mau melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah seperti shalat, puasa, zakat dan sebagainya. Justru mereka hidup dengan penuh dosa dan kemaksiyatan.

 

Hadirin Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Semoga kita semua, menjadi keluarga-keluarga yang sholeh, yang senantiasa menjalankan segala perintah Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya. Yang pada akhirnya, kita semua selamat hidup di dunia dan di akherat nanti. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

بسم الله الرحمن الرحييم

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Al Munawwarah, 31 Januari 2020
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN

  PANDEMI DAN POTRET DUNIA PENDIDIKAN Oleh : Moh Zulham Alsyahdian, S.Hum, M.Pd   Pandemi Coronavirus Diseaese 2019 (selanjutnya Co...