الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أما بعد.
فيا عباد الله اتقواالله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Perintah takwa
Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Hari-hari ini, kita sudah berada menjelang hari-hari akhir Ramadhan. Sebagaimana yang menjadi tuntunan dalam ajaran agama, umat Islam diperintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah, sebagai santunan kepada orang-orang miskin, juga sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadhan dan sebagai penyempurna ibadah puasa yang telah dijalankan.
Dan hukum mengeluarkan zakat fitrah itu, wajib bagi setiap orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil, tua maupun muda, bahkan diwajibkan atas bayi yang baru lahir pada saat sebelum tenggelamnya matahari di penghujung bulan Ramadhan. Wajib dalam artian dikerjakan berpahala, ditinggalkan atau tidak dikerjakan mendapatkan dosa.
Adapun dalil tentang kewajiban menunaikan zakat fitrah sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Umar RA:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى العَبْدِ وَالحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالكَبِيرِ مِنَ المُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, kepada setiap budak atau orang merdeka, laki-laki atau wanita, anak maupun dewasa, dari kalangan kaum muslimin. Beliau memerintahkan untuk ditunaikan sebelum masyarakat berangkat shalat id." (HR. Bukhari)
Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Allah SWT mensyariatkan zakat fitrah bagi orang-orang yang berpuasa, sebagai pembersih jiwa dari kesalahan-kesalahan yang mungkin mengurangi pahala puasanya. Juga sebagai pemberian makan kepada orang miskin dan menampakkan wujud rasa syukur atas nikmat Allah kepada seorang hamba karena sempurnanya pelaksanaan puasa Ramadhan, pelaksanaan qiyamul lail, serta amal-amal shalih lainnya. Sebagaimana hadits dari Ibn Abbas RA :
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bari orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan jorok serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat id maka hanya menjadi sedekah biasa. (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni)”
Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Walaupun zakat fitrah itu wajib dan juga baik bagi seorang muslim, hanya saja sayang masih ada saja orang-orang Islam yang tidak mau melaksanakannya, tidak mau mengeluarkannya dengan berbagai alasan yang tidak dibenarkan oleh agama.
Untuk ini Rasulullah SAW secara tegas memperingatkan :
مَن آتاهُ اللهُ مالًا، فلم يُؤَدِّ زكاتَه، مُثِّلَ له يوم القيامةِ شُجاعًا أَقْرَعَ له زَبِيْبَتَانِ يُطَوِّقُهُ يومَ القيامةِ، ثُم يأخُذُ بِلَهْزَمَتَيْهِ- يَعْني شِدْقَيْهِ، ثم يقول: أنا مالُكَ أنا كَنْزُك. ثم تلا هده الاية (وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ) الاية (رواه البخاري ومسلم)
“Barangsiapa yang diberikan harta oleh Allah, namun tidak mengeluarkan zakatnya, niscaya pada hari kiamat harta itu akan berubah wujud menjadi seekor yang bertanduk dan memiliki dua taring lalu melilit orang itu pada hari kiamat. Lalu ular itu memakannya dengan kedua rahangnya, yaitu dengan mulutnya seraya berkata, ‘Aku inilah hartamu, akulah harta simpananmu”. Kemudian Beliau membaca ayat (yang artinya), “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan hartanya ... ” (HR. al-Bukhari)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda :
مَانِعُ الزكاةِ يوم القِيامة فى النار (رواه الطبرانى)
“Orang yang menahan zakat itu pada hari kiamat ada di dalam neraka”. (HR. Thabrani)
Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Betapa berat ancaman Allah terhadap orang-orang yang mengingkari kewajiban zakat. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengeluarkan zakat fitrah. Adapun waktu mengeluarkan zakat fitrah ini boleh dilakukan sejak awal Ramadhan, sampai dengan sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Sebagai penutup, marilah kita renungkan sabda Rasulullah SAW :
صوْمُ شَهْرِ رمضانَ مُعَلقٌ بيْن السماءِ والارضِ ولا يُرْفَعُ اِلا بِزكاةَ الْفِطْرِ (رواه ابو حفص بن شاهين)
“Puasa bulan Ramadhan itu digantungkan antara langit dan bumi, dan tidak diangkat puasa itu kecuali dengan zakat fitrah” (HR. Abu Hafsh bin Syahain)
Semoga ibadah puasa kita, zakat fitrah kita, dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini, diterima oleh Allah SWT. Āmīn. Āmīn. Yā Rabbal ‘Ālamīn.
بسم الله الرحمن الرحييم
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
،
Tidak ada komentar:
Posting Komentar